Senin, 18 Juli 2011

Antara Hidupku dan Mentega

aku menginginkan itu! ohh, benar-benar bagus dan menakjubkan!

suatu hari aku berjalan di antara benyak elatase yang sungguh menggoda. berkeliaran tanpa tujuan. dan jelalatan ke berbagai arah. memandang ini, memandang itu. nikmat meskipun hanya melihat.

lalu aku berjalan menyusuri jalan setapak tanpa teman. hanya sendiri, sepi. serasa terdampar di sebuah pulau yang mungkin hanya berpenghuni beberapa setan imigran yang tak punya tempat tinggal. karena tak kulihat sesosok orang pun di tempat itu.
tapi selang beberapa waktu kemudian, aku bertemu dengan seorang dokter. entah apa yang sedang di carinya di jalan setan itu. yang jelas, aku melihatnya sedang memperhatikan sesuatu. tepatnya memperhatikan langit. pandangannya menerawang jauh ke alam entah di mana. kuperhatikan dia. pikiranku mulai melayang ke atas awan. seandainya aku adalah seorang dokter. kan ku obati semua orang-orang sakit di sekitarku. gratis! mungkin aku bisa menjadi duta kesehatan untuk rakyat di seluruh dunia. ohh hebat!

puas melamunkan dokter, aku memutuskan untuk pergi menuju minimarket terdekat untuk membeli eskrim. di tengah jalan aku melihat ada wanita gagah berseragam coklat. anggun tapi tegas dan berwibawa. polisi wanita. di saat itu pula aku merasa ingin menjadi polisi wanita. bisa membantu orang-orang menyeberang jalan. dan mungkin membantu menangkap para teroris. ohh Tuhan, kenapa aku tidak bercita-cita menjadi polisi saja sejak aku kecil?

"Hey!"
sebuah suara yang aku kenal. temanku. yah, dia temanku. mungkin lebih tepatnya dia adalah calon mantan temanku. aku rasa dia pantas masuk nominasi deportasi dalam daftar pertemananku. tapi semua berubah setelah kami mulai bercakap-cakap. dia memujiku dengan beberapa pujian. mengatakan bahwa aku adalah sosok manusia yang menarik dan inspiratif. dan akhirnya ... aku batal memasukannya dalam nominasi deportasiku. apa aku adalah seonggok patung yang haus akan pujian?? sehingga aku dapat dengan mudah melupakan banyak kesalahannya.

lalu aku memutuskan untuk pulang. dan menonton film drama romantis yang aku suka. belum setengah jam aku menontonnya, tiba-tiba aku menangis. konyol! aku menangis hanya karena adegan seekor kucing tertabrak mati karena menyeberang jalan sembarangan. bahkan kucing itu tidak benar-benar mati! belum tentu aku akan menangis apabila aku benar-benar melihat kejadian itu secara nyata di depan mataku! tapi kali ini aku harus mengakui, bahwa aku telah menangis demi semua kebohongan seorang penyusun naskah sebuah film hollywood. ahh!

setelah adegan berlinang air mataku telah berakhir, aku memutuskan untuk menulis sesuatu. mungkin seperti cerpen, tapi bukan benar-benar cerpen. atau mungkin seperti puisi, tapi bukan benar-benar puisi. seketika itu juga tanganku menari indah di permukaan keypad. pikiranku melayang jauh. tak peduli sekitar, aku hanya sibuk bercumbu dengan tulisan-tulisan itu.

suatu hari aku merasa marah, aku menangis. dan benar-benar tak karuan! tapi itu tak berlangsung lama. hanya dengan sedikit obrolan aku kembali luluh.

suatu hari aku menginginkan sesuatu, sangat menginginkannya! tapi setelah kau mendapatnya, aku mulai merasa bosan dan menginginkan sebuah pembaharuan lain. yang tentu saja terlihat lebih menarik dari apa yang aku punya.

apakah itu tandanya aku bukan wanita yang teguh pendirian? apakah aku sudah cukup pantas untuk di nobatkan sebagai si Ratu Impulsif??
yang jelas, aku mungkin merasa seperti mentega. mudah luluh, tapi tetap melengkapi makanan yang awalnya biasa-biasa saja, menjadi lebih luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar